Friday, 15 June 2018

Puasa Syawal 6 Hari

Posted by ilmu dasar kehidupan On 13:52 | No comments
Puasa Syawal

Puasa Syawal hukumnya sunnah. Adapun untuk lafadz niat puasa syawal akan kami paparkan pada halaman ini secara lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin beserta terjemahannya.

Seperti diketahui, yang namanya sunnah yaitu apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Namun sangat disayangkan, apabila kita meninggal puasa sunnah syawal 6 hari, karena puasa syawal pahalanya sangat besar yaitu sama seperti kita berpuasa selama satu tahun penuh. Sungguh sangat disayangkan apabila meninggalkan puasa sunnah yang satu ini. Maka dari itu, meskipun kita baru saja menyelesaikan Puasa Wajib 1 bulan penuh yakni Puasa Ramadhan, namun alangkah lebih baik lagi kita menjalankan puasa sunnah syawal 6 harisetelah lebaran idul fitri yaitu pada tanggal 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 syawal. Jika ditanggal tersebut diatas belum sempat untuk berpuasa, maka kita bisa melakukan puasa sunnah syawal selama 6 enam hari pada tanggal atau hari lainnya selama masih di bulan syawal.

Dan berikut adalah bacaan niat puasa syawal sunnah 6 hari lengkap arab, latin dan terjemahannya
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

NAWAITU SHOUMA GHODIN 'ANSITTATIN MIN SYAWAALI SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya : Saya niat berpuasa sunnah enam haru bulan Syawal karena Allah


Dalil/Hadits Puasa Sunah Syawal selama 6 Hari

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة
Artinya :
Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh. (HR. Nasa'i)

صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة
Artinya :
Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh. (HR. Ibnu Khuzaimah)

Itulah Lafadz Niat Puasa Sunah Syawal Selama 6 Hari Lengkap Dalilnya yang dapat kami share. Perlu dicatat, bawah ulama fiqih berpeda pendapat tentang waktu pelaksanaan puasa Syawal. Apakah harus berpuasa langsung sehari setelah Idul Fitri yaitu mulai tanggal 2 bulan Syawal karena ada kata [أتبعه] dalam hadits atau asalkan dilakukan pada bulan Syawal?

Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa puasa Syawal tidak harus dilakukang langsung sehari setelah hari raya dan tidak harus berturut-turut. Yang penting dilakukan selama bulan Syawal maka akan mendapat keutamaan (fadhilah) puasa Syawal seperti disebut dalam hadits.


From:http://www.blogkhususdoa.com/2015/07/niat-puasa-syawal-sunah-6-hari-lengkap-dalilnya.html?m=1

Saturday, 9 June 2018

Tajwid - Hukum Mim Mati (Sukun)

Posted by ilmu dasar kehidupan On 07:56 | No comments
Hukum Mim Mati (Mim Sukun)


        Mim Mati ialah apabila ada Mim sukun bertemu salah satu huruf izhar syafawi, idgham mitsli(idgham mimi), ikhfa’ syafawi.
 Hukum mim mati ada 3 yaitu:
a. izhar syafawi
                ialah apabila ada mim  mati bertemu salah satu huruf hijaiyyah selain mim (م) dan ba’(ب).
cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.
contoh izhar syafawi :
                1.            ذلِكُمْ فِسْق                  sebab     مْ             bertemu  ف
                2.            عَلَيْهِمْ نَارٌ                   sebab    مْ              bertemu  ن
                3.              فَوْقَكُمْ سَبْعَ                  sebab    مْ              bertemu  س
                4.            ذَلِكُمْ خَيْرُ                     sebab    مْ              bertemu  خ
                5.            لَكُمْ ءَايَة                    sebab    مْ              bertemu ء  
                                                                                       


b. idgham mimi (idgham mitsli/idgham mutamatsilain)
                ialah apabila ada mim  mati bertemu mim (م).
cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung
Contoh idgham mitsli :
    1.                      فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَض             sebab    مْ              bertemu م  
                2.                            الَّذيْنَ هُمْ مِنْ             sebab    مْ              bertemu م  
                3.                            لَهُمْ مَغْفِرَةٌ                sebab    مْ              bertemu  م
                4.                            كُنْتُمْ مُّعْمِنِيْنَ             sebab    مْ              bertemu   م
                5.                            وَاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَ             sebab    مْ              bertemu  م 
c. ikhfa’ syafawi
                ialah apabila ada mim  mati bertemu ba’(ب).
cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.
contoh ikhfa’ syafawi :
1.                            اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ               sebab    مْ              bertemu ب 
                2.                            وَمَا هُمْ بِمُعْمِنِيْنَ       sebab    مْ              bertemu ب 
                3.                            وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّ      sebab    مْ              bertemu ب 
                4.                            يَوْمَ هُمْ بَرِزُوْنَ         sebab    مْ              bertemu ب 
                5.                            مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍ             sebab    مْ              bertemu ب 
copy from

Tajwid - Hukum Nun Mati dan Tanwin

Posted by ilmu dasar kehidupan On 07:45 | No comments
Hukum Nun Mati dan Tanwin


A. Pengertian Nun Mati dan Tanwin
Nun mati disebut juga nun sakinah. Sedang yang dimaksud dengan nun mati adalah nun yang tidak berbaris, ia menggunakan harakat sukun sehingga nun itu tidak dapat dibunyikan kecuali diawali huruf lain. Contoh : عِنْدَ يَنْمُوْا
Sedangkan yang dimaksud dengan tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir isim (kata benda) yang terlihat apabila dibaca washal (sambung dengan kata lain) dan hilang ketika ditulis (diwakafkan).
Jadi pada dasarnya tanwin itu bermula dari nun mati yang kelihatan dalam bahasa lisan dan hilang dalam bahasa tulisan. Contoh :
سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ Dibaca سَمِيْعُنْ عَلِيْمُنْ
سَلَامًا تَامّاً Dibaca سَلَامَنْ تَامَّنْ
Dari pengertian di atas, tampak bahwa antara nun mati dan tanwin mempunyai persamaa dan perbedaan. Persamaannya yaitu terletak pada huruf nun-nya yang mati. Sedangkan perbedaaanya yaitu: nun mati tampak jika diucapkan maupun ditulis, dan tanwin hanya tampak nun-nya ketika diucapkan bukan ditulis.

B. Hukum Nun Mati dan Tanwin
Nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu huruf hijaiyah, mempunyai dampak hukum tersendiri dalam bacaaanya. Ada yang dibaca terang (izhar), memasukkan (idgham), menukar atau berubah (iqlab ) dan menyembunyikan (ikhfa’). Dari dampak tersebut, maka bila ada nun mati atau tanwin bertemu huruf hijaiyah mempunyai 4 hukum, yaitu:
  1. Izhar (اِظْهَارْ )
  2. Idgham ( اِدْغَامْ )
  3. Iqlab ( اِقْلَابْ )
  4. Ikhfa’ ( اِخْفَاءْ )
Kelima cara bacaan itu akan diterangkan satu persatu secara rinci sebagai berikut:
1. Bacaan Izhar
a. Pengertian Izhar
Muhammad Mahmud menyatakan bahwa dalam arti bahasa, izhar berarti : اَلْبَيَانْ yakni terang, jelas, tampak. Sedangkan menurut istilah adalah:
الإِظْهَارُ هُوَ إِخْرَاجُ كُلِّ حَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مِنْ غَيْرِ غُنَّةٍ
“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya tanpa disertai berdengung”
Pengertian itu menjelaskan agar cara membaca nun mati atau tanwin jelas dan terang, tanpa disertai dengung jika bertemu dengan huruf izhar.
b. Huruf-huruf izhar
Huruf izhar ada 6 macam, keenam huruf itu disebut huruf halqi ( الحَلْقِي ), karena makhraj huruf izhar pada halqi (tenggorokan). Adapun huruf-huruf halqi adalah : ء هـ ح خ ع غ . Dengan keenam huruf itu pula, maka bacaan ini bisa disebut dengan izhar halqi. ( اِظْهَارْ حَلْقِي )
Contoh :
No Tertulis Dibaca Sebab
1 يَنْئَوْنَ يَنْئَوْنَ ن bertemu ء
2 كُلٌّ اٰمَنَ كُلّنْ اٰمَنَ ـــٌـ bertemu ء
3 يَنْهَوْنَ يَنْهَوْنَ ن bertemu ه
4 قَوْمٍ هَادٍ قَوْمِنْ هَادِنْ ـــٍــ bertemu ه
5 مِنْ عِلْمٍ مِنْ عِلْمٍ ن bertemu ع
6 جَنَّةٍ عَالِيَةٍ جَنَّتِنْ عَالِيَتِنْ ــــٍــ bertemu ع
7 مِنْ غِلٍّ مِنْ غِلٍّ ن bertemu غ
8 عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ عَزِيْزُنْ غَفُوْرُنْ ـــٌـ bertemu غ
9 وَانْحَرْ وَانْحَر ن bertemu ح
10 حَمِيْمٌ حَمِيْمًا حَمِيْمُنْ حَمِيْمَنْ ـــٌـ bertemu ح
11 مِنْ خَيْرٍ مِنْ خَيْرِنْ ن bertemu خ
12 نِدَآءً خَفِيًّا نِدَآءَنْ خَفِيَّنْ ـــًــ bertemu خ
2. Bacaan Idgham
a. Pengertian Idgham
Menurut Muhammad Mahmud, idgham dalam arti bahasa berarti: إِدْخَالُ الشَّيْئِ فِى الشَّيْئِ  (Memasukkan sesuatu pada sesuatu). Arti ini jika dikembangkan berarti memasukkan huruf nun mati pada idgham.
Sedangkan dalam arti istilah idgham berarti:
الاِدْغَامُ هُوَ اِلْتِقَاءُ حَرْفٍ سَاكِنٍ بِمُتَحَرِّكٍ بِحَيْثُ يَصِيْرَانِ حَرْفًا مُشَدَّدًا
“Pertemuan huruf yang mati dengan huruf yang hidup sehingga kedua huruf itu menjadi satu huruf yang ditasydid”.
Dari pengertian diatas, tampak bahwa cara membaca bacaan idgham adalah memasukkan nun mati atau tanwin pada huruf-huruf idgham, dan seakan-akan kedua huruf itu menjadi satu. Seperti huruf-huruf yang ditasydid walaupun asal kedua huruf ini tidak bertasydid.
b. Huruf-huruf Idgham
Huruf idgham ada 6 macam, yang terkumpul pada rumus : يَرْمِلُوْنَ
sehingga jika ada nun mati dan tanwin bertemu salah satu keenam huruf tersebut, maka nun mati dan tanwin tersebut harus dimasukkan padanya. Keenam huruf itu ada yang dibaca mendengung ada yang tidak, karena itu idgham terbagi menjadi dua macam.
c. Pembagian Idgham
  1. Idgham Bighunnah (ادغام بغنة )
  2. Idgham Bilaghunnah ( ادغام بلاغنة )
  • Idgham bighunnah sebagaimana dalam pengertian di atas, adalah membunyikan nun mati atau tanwin dengan memasukkan pada huruf idgham bighunnah, yaitu : يَنْمُوْ (ya’, nun, mim, wawu) disertai mendengung. Cara membunyikannya harus memasukkan nun mati atau tanwin pada keempat huruf tersebut:
    Contoh:
No Tertulis Dibaca Sebab
1 مَنْ يَقُوْلُ مَيْ يَقُوْلُ ن bertemu ى
2 بَرْقٌ يَجْعَلُوْنَ بَرْقُىْ يَجْعَلُوْنَ ــٌـ bertemu ى
3 عَنْ نَفْسٍ عَنْ نَفْسنْ ن bertemu ن
4 حِطَّةٌ نَغْفِرْلَكُمْ حِطَّتُنْ نَغْفِرْلَكُمْ ــٌـ bertemu ن
5 مِنْ مَالــٍ مِمْ مَالــنْ ن bertemu م
6 مَاءٍ مُصَفًّى مَائِمْ مُصَفّنْ ـــٍــ bertemu م
7 مِنْ وَالٍــ مِوْ وَالٍــ ن bertemu و
8 يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةْ يَوْمَئِذوْ وَاهِيَةْ ـــٍــ bertemu و
Dan hukum bacaan idgham bighunnah mempunyai syarat yaitu: harus terjadi dalam dua kalimat. Maksudnya antara nun mati dan tanwin harus terpisah dengan huruf idgham bighunnah.
Jika syarat tersebut tidak dipenuhi, yaitu nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf idgham bighunnah dalam satu kalimat, maka cara membacanya terang (izhar). Ulama tajwid menyebutkan dengan istilah izhar kilmi ( اظهار كلمى ), karena kejadian izhar berdasarkan satu kalimat. Atau disebut izhar wajib ( اظهار واجب ) karena sangat wajib meng-izharkan (menerangkan) bacaannya.
Contoh:
No Tertulis Dibaca Sebab
1 صِنْوَانٌ صِنْوَانٌ ن bertemu و
2 قِنْوَانٌ قِنْوَانٌ ن bertemu و
3 بُنْيَانٌ بُنْيَانٌ ن bertemu ى
4 دُنْيَا دُنْيَا ن bertemu ى
  • Idgham Bilaghunnah cara membaca nun mati atau tanwin dengan memasukkanya pada huruf lam dan ra’ tanpa mendengung.
    Karena itu, huruf idgham bilaghunnah terdapat dua macam, yaitu لر ( lam dan ra’ ). Jika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari kedua huruf itu, maka wajib dimasukkan padanya tanpa mendengung.
    Contoh :
No Tertulis Dibaca Sebab
1 مِنْ لَدُنْهُ مِلْ لَدُنْهُ ن bertemu ل
2 رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ رَحْمَتَلْ لِّلْعَالَمِيْنَ ـــًــ bertemu ل
3 مِنْ رَبِّهِمْ مِرْ رَبِّهِمْ ن bertemu ر
4 رَؤُفٌ رَحِيْمٌ رَؤُفُرْ رَحِيْمٌ ــٌـ bertemu د
3. Bacaan Iqlab
a. Pengertian Iqlab
Menurut Muhammad Mahmud, iqlab dalam arti bahasa adalah : تَحْوِيْلُ الشَّيْئِ عَنْ وَجْهِهِ : “mengubah bentuk sesuatu dari asalnya“. Dalam arti mengubah huruf nun mati atau tanwin pada huruf iqlab.
Sedangkan menurut arti istilah adalah:
اَلْاِقْلَابُ هُوَجَعْلُ حَرْفٍ مَكَانَ حَرْفٍ اَخَرَمَعَ مُرَاعَاةِ اْلغُنَّةِ
“Menjadikan huruf satu pada ketentuan huruf lain disertai mendengung”
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan huruf iqlab, maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca sebagaimana bacaan iqlab disertai mendengung.
b. Huruf iqlab
Huruf iqlab hanya satu, yaitu ba’ ( ب ). Maka ketika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’, maka nun mati atau tanwin itu harus dibaca mim ( م ) karena bacaan iqlab.
Contoh :
No Tertulis Dibaca Sebab
1 اَنْبِئْهُمْ اَمْبِئْهُمْ ن bertemu ب
2 عَلِيْمٌ بِذَاتٍ عَلِيْمُمْ بِذَاتٍ ــٌـ bertemu ب
4. Bacaan Ikhfa
a. Pengertian Ikhfa’
Menurut Muhammad Mahmud, ikhfa dalam arti bahasa adalah: السَّتْرُ “menutupi atau menyembunyikan“.
Sedangkan dalam arti istilah adalah:
اَلْاِخْفَاءُهُوَعِبَارَةٌ عَنِ النُّطْقِ بِحَرْفٍ سَاكِنٍ عَارٍاَىْ خَالٍــ عَنْ التَّشْدِيْدِ عَلَى صِفَةٍ بَيْنَ الاِظْهَارِ وَالْاِدْغَامِ مَعَ بَقَاءِ الغُنَّةِ فِى اْلحَرْفِ
“Ikhfa’ adalah mengungkapkan huruf yang mati dan tersembunyi atau sunyi dari tasydid pada bacaan antara terang dan memasukkan dengan mendengungkan pada huruf pertama”.
Pengertian tersebut tampak jelas bahwa bacaan yang samar-samar antara izhar (terang) dengan idgham (memasukkan pada yang lain) disertai mendengung, atau ketika mengucapkan nun mati atau tanwin seakan-akan bertemu huruf “ng” seperti dalam bahasa Indonesia.
b. Huruf-huruf Ikhfa’
Huruf ikhfa’ sebanyak 15 macam, yang terkumpul pada awal kata berikut ini:
صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْسَمَا # دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِى تُقًى ضَعْ ظَالِمًا
Dari kelima belas huruf ikhfa’ itu terdapat 3 klasifikasi, yaitu:
  1.  Ikhfa’ A’la ( اِخْفَاءُ اَعْلٰى ), yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih lama dari ghunnahnya, adapun hurufnya ada tiga, yaitu: ت, د,ط    contoh: مِنْ دُوْنِ , مِنْ طَيِّبَاتِ
  2.  Ikhfa’ Adna ( اِخْفَاء اَدْنٰى ), yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih pendek dari ghunnah, adapun hurufnya ada dua : ق , ك contoh:مَنْ كَانَ , مِنْ قَبْلِ
  3.  Ikhfa’ Ausath ( اِخْفَاءْ اَوْسَطْ ), yaitu antara bacaan ikhfa’ dengan ghunnah sama-sama sedang, adapun hurufnya yaitu selain dari bagian ikhfa A’la dan ikhfa’ Adna. Contohnya: اَنْفُسَكُمْ , اَنْزَلْنَاهُ
Contoh:
No Tertulis Dibaca Sebab
1 اُنْصُرْنَ اُنْصُرْنَ ن bertemu ص
2 رِجَالٌ صَدَقُوْا رِجَالُنْ صَدَقُوْا ــٌـ bertemu ص
3 مُنْذِرٌ مُنْذِرُنْ ن bertemu ذ
4 صَوَابًا ذَالِكَ صَوَابَنْ ذَالِكَ ـــًــ bertemu ذ
5 مَنْثُوْرًا مَنْثُوْرَنْ ن bertemu ث
6 شِهَابٌ ثَاقِبٌ شِهَابُنْ ثَاقِبُنْ ــٌـ bertemu ث
7 اِنْ كُنْتُمْ اِنْ كُنْتُمْ ن bertemu ك
8 مُسْرِفٌ كَذَّابٌ مُسْرِفُنْ كَذَّابُنْ ــٌـ bertemu ك
9 مَنْ جَٓاءَ مَنْ جَٓاءَ ن bertemu ج
10 عَيْنٌ جَارِيَةٌ عَيْنُنْ جَارِيَتُنْ ــٌـ bertemu ج
11 يُنْشِئُ يُنْشِئُ ن bertemu ش
12 لِنَفْسٍ شَيْئًا لِنَفْسنْ شَيْئَنْ ـــٍــ bertemu ش
13 مِنْ قَبْلُ مِنْ قَبْلُ ن bertemu ق
14 سَلَامٌ قَوْلًا سَلَامُنْ قَوْلنْ ــٌـ bertemu ق
15 مِنْ سُهُوْلِهَا مِنْ سُهُوْلِهَا ن bertemu س
16 بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ بِقَلْبِنْ سَلِيْمِنْ ـــٍــ bertemu س
17 اَنْدَادًا اَنْدَادًنْ ن bertemu د
18 قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ قِنْوَانُنْ دَانِيَتُنْ ــٌـ bertemu د
19 اِنْطَلِقُوْا اِنْطَلِقُوْا ن bertemu ط
20 بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ بَلْدَتُنْ طَيِّبَتُنْ ــٌـ bertemu ط
21 اَنْزَلْنَا اَنْزَلْنَا ن bertemu ز
22 نَفْسًا زَكِيَةً نَفْسًنْ زَكِيَتَنْ ـــًــ bertemu ز
23 لِيُنْفِقْ لِيُنْفِقْ ن bertemu ف
24 خَالِدًا فِيْهَا خَالِدَنْ فِيْهَا ـــًــ bertemu ف
25 مِنْ تَحْتِهَا مِنْ تَحْتِهَا ن bertemu ت
26 جَنَّاتٍ تَجْرِىْ جَنَّاتِنْ تَجْرِىْ ـــٍــ bertemu ت
27 مَنْضُوْدٍ مَنْضُوْدِنْ ن bertemu ض
28 كُلًّا ضَرَبْنَا كُلًّا ضَرَبْنَا ـــًــ bertemu ض
29 يَنْظُرُوْنَ يَنْظُرُوْنَ ن bertemu ظ
30 قُرًى ظَاهِرَةً قُرَنْ ظَاهِرَةً ـــًــ bertemu ظ


Sekian penjelasan tentang ilmu tajwid kususnya hukum nun mati dan tanwin, semoga bermanfaat.

copy from
http://tajwid.web.id/hukum-nun-mati-dan-tanwin/

Abu Bakar Ash Shiddiq khalifah Pertama

Posted by ilmu dasar kehidupan On 07:01 | No comments
Abu Bakar Ash Shiddiq

 
        Banyak diantara kita (orang muslim) yang belum mengetahui nama dari Abu Bakar RA. Nama lengkap Abu Bakar adalah 'Abdullah bin 'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy.
       Abu Bakar ayah dari Aisyah yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW. Nama sebelum masuk islam adalah Abdul Ka'bah yang artinya 'hamba Ka'bah'. Setelah masuk islam namanya diubah oleh Muhammad menjadi Abdullah yang artinya 'hamba Allah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga memberinya gelar Ash-Shiddiq yang artinya (yang berkata benar) setelah beliau membenarkan dan mempercayai peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya. Banyak dari kalangan orang kafir yang menertawakan kejadian tersebut, bahkan orang-orang muslim juga bimbang dengan kenyataan yang ada, tetapi karena kejadian ini Abu Bakar dikenal dengan As Sidiq.
      Abu Bakar ash-Shiddiq merupakan keturunan Bani Taim, sub-suku bangsa Quraisy. Dan menururt beberapa catatan sejarawan Islam ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar.
      Saat Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, ia pindah dan hidup bertetangga bersama Abu Bakar. Sejak saat itulah mereka saling berkenalan. Usia mereka berdua hampir sama dan keduanya ahli dalam berdagang.
      Dalam kitab Hayatussahabah, bab Dakwah Muhammad kepada perorangan, dituliskan bahwa Abu bakar memeluk Islam oleh ajakan nabi. Dan setelah itu ia meneruskan dakwah islaminya kepada Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqas dan beberapa tokoh penting dalam Islam lainnya.
       Namun istri beliau Qutaylah binti Abdul Uzza dan anaknya Abd Rahman bin Abu Bakar tidak mau memeluk Islam sehingga Abu Bakar menceraikannya dan berpisah dengan anaknya. Tetapi istrinya yang lain, Ummu Ruman, menjadi Muslimah.
      Saat Nabi Muhammad hijrah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Setelah beberapa saat Hijra, Nabi Muhammad SAW menikah dengan anak Abu Bakar, sehingga ikatan kekeluargaannya makin erat.
 
       Selama masa sakit Rasulullah saat menjelang wafat, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam salat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Bahkan setelah Nabi SAW telah meninggal dunia, Abu Bakar Ash-Shiddiq dianggap sebagai sahabat Nabi yang paling tabah menghadapi meninggalnya Nabi SAW ini. Setelah kematian Nabi, dilakukanlah musyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam pada tahun 632 M.

Namun hasil musyawarah tersebut menjadi perdebatan dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam. Saat itu umat Islam terpecah menjadi kaum Sunni dan Syi'ah. Kaum Syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah sendiri, sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Muhammad mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Sementara muslim syi'ah berpendapat bahwa nabi dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dan lain-lain, tidak pernah meninggal umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir.

Banyak hadits yang menjadi rujukan dari kaum Sunni maupun Syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal rasulullah, serta jumlah pemimpin Islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma, mengingat ia berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istrinya yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.


Abu Bakar wafat pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah karena sakit yang dideritanya pada usia 61 tahun. Abu Bakar dimakamkan di rumah putrinya Aisyah di dekat Masjid Nabawi, di samping makam Nabi Muhammad SAW.
 
 
copy from
http://kota-islam.blogspot.com/2015/02/sejarah-dan-biografi-singkat-abu-bakar.html
 
referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_Ash-Shiddiq diakses tanggal 10 februari 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Khulafaur_Rasyidin diakses tanggal 10 februari 2014

Tuesday, 29 May 2018

Teroris di Malang

Posted by ilmu dasar kehidupan On 03:11 | No comments
Teroris di Malang




      Jajaran kepolisian menggeledah sebuah rumah di Jalan Kapi Sraba XI Blok 10 H/12 Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/5/2018).
Penggeledahan terkait dengan kejadian rentetan teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda mengatakan, satu orang diamankan. Yakni pemilik rumah yang merupakan suami dari terduga teroris yang ditangkap di Surabaya.
     "Suami dari yang diamankan di Surabaya," kata Adrian usai penggeledahan.
Ia tidak menyebutkan identitas terduga yang diamankan. Informasi di lokasi, pemilik rumah bernama Muhammad Arifin, suami dari Ida yang sudah ditangkap di Surabaya.
Sementara itu, dalam penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB, polisi mengamankan sejumlah buku dan peralatan. Belum diketahui jenis buku dan peralatan tersebut. 
      "Yang diamankan dari rumahnya hanya buku-buku dan peralatan semuanya, tapi belum kita temukan itu apa saja," tuturnya.

Samsul Hadi, salah seorang Linmas yang berjaga mengatakan, rumah berpagar hitam dan coklat yang digeledah polisi itu adalah milik pasangan suami istri Muhammad Arifin dan Ida.
Belakangan ini, Ida diketahui sering keluar rumah dan jarang pulang. Sementara Muhammad Arifin merupakan pegawai di Kantor Pos Kota Malang.
    "Dalam dua bulan ini jarang di rumah. Pulang pergi lagi. Katanya sering ke Surabaya karena orangtuanya di sana. Kalau Pak Arifin di sini," bebernya.
Menurut dia, pasangan suami istri itu belum dikaruniai anak. Keduanya menempati rumah tersebut sejak tahun 2001. Sampai sejauh ini, rumah tersebut masih di keliling garis polisi.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Suami Terduga Teroris Surabaya Diamankan Polisi, http://www.tribunnews.com/regional/2018/05/14/suami-terduga-teroris-surabaya-diamankan-polisi.

Editor: Sanusi

Air Terjun Sedudo

Posted by ilmu dasar kehidupan On 03:06 | No comments
Air Terjun Sedudo


    Air Terjun Sedudo adalah objek wisata yang terletak di Nganjuk tepatnya Kecamatan Sawahan Desa Ngliman. Tempat ini cukup tinggi dikarenakan ketinggiannya ialah 1.438 Mdpl. bukan hanya tempatnya yang sangat tinggi, bahkan air terjunnya juga sangat tinggi sekitar 105 m.
   Setiap tahun baru Jawa yang dikela Sura, Sedudo menjadi tempat yang ramai dikunjungi untuk melakukan ritual.







Pegunungan Krapyak - Sunan Pangkat

Posted by ilmu dasar kehidupan On 02:50 | No comments
Gunung Krapyak dan Sunan Pangkat


     Terdapat tempat religi serta camp yang cukup menarik untuk didatangi seperti halnya Sunan Pangkat dan Gunung Krapyak. Destinasi ini berada di kawasan Pacet Kab. Mojokerto tepatnya di daerah Padusan. 
      Saya juga baru tahu kalau terdapat tempat seperti ini, awalnya hanya ingin naik ke puncak gunung krapyak, ternyata setelah dua pertiga perjalanan terdapat tempat religi dimana tempat itu tersedia banyak air, sehingga menguntungkan para pendaki untuk mencari air. 
        Perjalan menuju Sunan Pangkat dan Gunung Krapyak dimulai dari tangga-tangga yang sangat tinggi, kira-kira bisa menguras tenaga dan membuat kaki agak lemes..heheh.. setelah melalu tempat religi spot yang dilalui ialah hutan. sesampai di tujuan akan terlihat gunung Welirang yang sangat agung













Total Pageviews

anti block

G.ads